Pajak Dipangkas, Banyak BUMN Berminat Revaluasi Aset

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah bakal memangkas tarif pajak penghasilan (PPh) final dari 10 persen menjadi lima persen pada selisih lebih atas penilaian kembali (revaluasi) aktiva tetap yang dilakukan perusahaan, baik swasta maupun BUMN.

Karena kebijakan tersebut, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Sigit Priadi Pramudito membocorkan banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berminat untuk melakukan revaluasi aset yang mereka miliki.

"Kami mendapat bisikan banyak BUMN yang mau ikut untuk revaluasi aset," kata Sigit dalam rapat kerja bersama Panja Badan Anggaran DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2015).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan pemberian pengurangan tarif PPh final tersebut diberikan terbatas bagi wajib pajak (WP) badan yang mengusulkan, melakukan, dan menyelesaikan revaluasi aktiva tetapnya tidak melebihi akhir tahun ini.

"Intinya kita dorong perusahaan-perusahaan untuk revaluasi aktiva tetapnya. Ketika revaluasi, kita kasih insentif pajak yang harusnya 10 persenditurunkan menjadi lima persen. Harapannya asetnya jadi besar, punya leverage yang lebih besar di kemudian hari," ujarnya.

Menurutnya, selama ini banyak perusahaan yang enggan bahkan malas melakukan revaluasi karena dikenakannya PPh 10 persen terhadap selisih lebih aktivat tetap perusahaan di atas nilai sisa buku fiskal semula. Dengan adanya insentif tersebut, sambungnya, diharapkan dapat memperbaiki kesehatan neraca perusahaan-perusahaan di Tanah Air.

Apalagi, lanjut Bambang, banyak perusahaan Indonesia saat ini mungkin mengalami kesulitan karena memiliki utang dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuat liability naik padahal asetnya tidak bergerak.

SAW

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.