Pengusaha Rokok Putih Tolak Usulan Cukai Tembakau

JAKARTA - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) menolak rencana penerimaan cukai tembakau 2016 yang diajukan oleh pemerintah karena kenaikannya masih terlalu tinggi di tengah tren penurunan produksi rokok.

"Seperti telah kami sampaikan kepada Pemerintah dan Kementerian Keuangan RI dalam berbagai kesempatan, angka penerimaan cukai hasil tembakau 2016 yang realistis adalah sebesar Rp129 triliun," kata Ketua Umum Gaprindo Muhaimin Mufti, Kamis (1/10/2015).

Pihaknya meminta agar pemerintah dan DPR dapat menyikapi permasalahan ini dengan arif dan bijaksana demi kelangsungan industri hasil tembakau nasional beserta 6 juta lapangan kerja yang terlibat di dalamnya.

"Di tahun ini, sampai Agustus, target yang tercapai baru Rp70 triliun sampai Rp75 triliun. Bila dihitung sampai akhir tahun paling tidak pencapaian menjadi Rp120 triliun," jelasnya.

Pemerintah telah menyepakati target cukai untuk tahun 2016. Menurut Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Suahasil Nazara, pemerintah dan Banggar DPR telah bersepakat mengenai target pendapatan cukai dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2016 sebesar Rp146,4 triliun.

Angka tersebut naik 0,45 persen dibandingkan target pendapatan cukai dalam APBN Perubahan (APBNP) 2015 sebesar Rp 145,73 triliun, namun lebih rendah dibandingkan usulan awal pemerintah sebesar Rp 155,51 triliun.

"Angkanya lebih kurang segitu, ada kenaikan target cukai sekitar Rp 750 miliar. Ada sedikit perubahan target dari sisi pendapatan kepabeanan dan cukai, rinciannya sedang dikerjakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai," ujar Suahasil.

Sesuai rincian kesepakatan target pendapatan cukai dalam RAPBN 2016 yang diperoleh, diketahui angka Rp146,4 triliun berasal dari tiga pos pendapatan. Pertama dari pendapatan cukai hasil tembakau Rp 142,7 triliun, atau naik 2,58 persen dibandingkan target dalam APBNP 2015 sebesar Rp 139,11 triliun.

Kedua dari pendapatan cukai etil alkohol sebesar Rp 270 miliar yang naik 63,14 persen dibandingkan target APBNP 2015 sebesar Rp 165,5 miliar. Ketiga dari pendapatan cukai minuman mengandung etil alkohol Rp 4,6 triliun, turun 28,68 persen dibandingkan target dalam APBNP 2015 sebesar Rp 6,45 triliun.

sumber



Share

& Comment

0 comments:

Post a Comment

No SPAM, SARA, Pornography, Gambling

 

Copyright © 2015 Soal Pajak™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.